Peringati HUT ke-75 IBI, Wabup Mahyunadi Tegaskan Peran Strategis Bidan Sebagai Fondasi Generasi Emas Kutim
upnews.id SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian luar biasa para bidan yang telah menjadi garda terdepan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan, profesi bidan memegang peran krusial dan strategis dalam meletakkan fondasi kuat menuju terwujudnya Generasi Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan secara resmi saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (1/8/2026).
Acara berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri oleh Plt Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah, Kepala RSUD Kudungga dr. Muhammad Yusuf, perwakilan dunia usaha, TP PKK, GOW, serta Ketua Cabang IBI Kutim Yuliana Kala Lembang beserta pengurus dan anggota dari seluruh kecamatan di wilayah Kutim.
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyoroti perjalanan panjang 75 tahun IBI yang telah membuktikan dedikasi tak terputus dalam melayani masyarakat, bahkan hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang memiliki tantangan geografis berat di Kutim.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutim, saya mengucapkan selamat HUT ke-75 IBI. Semoga IBI semakin solid, profesional, adaptif terhadap kemajuan zaman, dan senantiasa menjadi ujung tombak utama pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, dan keluarga di tanah ini,” ujar Mahyunadi dengan penuh haru.
Lebih lanjut, Mahyunadi menekankan bahwa bidan adalah tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya di pelosok desa. Mereka tidak hanya bertugas memfasilitasi persalinan, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pembangun kepercayaan, pelaksana deteksi dini risiko kesehatan, hingga penggerak pola hidup sehat di tengah masyarakat luas.
Menghadapi tantangan kesehatan yang kian kompleks—mulai dari penurunan angka kematian ibu dan bayi, pengendalian stunting, hingga transformasi layanan digital—Wakil Bupati mendorong para bidan untuk terus meningkatkan kompetensi. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai kemanusiaan.
“Secanggih apa pun teknologi yang digunakan, sentuhan empati, komunikasi hangat, dan pelayanan humanis harus tetap menjadi jati diri utama profesi bidan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kutim, tambah Mahyunadi, berkomitmen penuh mendukung pemerataan tenaga bidan di seluruh wilayah, peningkatan kesejahteraan, serta pengembangan kapasitas keahlian. Hal ini sejalan dengan prioritas pembangunan SDM daerah, di mana peran bidan sangat krusial dalam mendampingi ibu hamil dan memastikan tumbuh kembang optimal anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Sementara itu, Ketua Cabang IBI Kutim, Yuliana Kala Lembang, melaporkan bahwa peringatan HUT ke-75 ini menjadi momen penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas. Sebelum acara puncak, rangkaian kegiatan telah bergulir di 22 ranting, meliputi bakti sosial deteksi dini kesehatan, program sosial, hingga lomba edukasi.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 150 bidan dari berbagai wilayah. Kami juga memberikan penghargaan bagi mitra dan ranting berprestasi, serta menyelenggarakan seminar guna memperkuat wawasan kebidanan,” jelas Yuliana.
Melalui peringatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutim, IBI, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kokoh. Sehingga, pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan humanis dapat terus dinikmati masyarakat hingga ke pelosok terjauh, demi melahirkan generasi Kutim yang sehat, cerdas, dan tangguh di masa depan. (Ir/adv)






