Kutai Timur

Pastikan Tak Ada yang Terlewat, Pemkab Kutim Luncurkan Strategi Jemput Bola Genjot Partisipasi Posyandu

upnews.id SANGATTA – Menunjukkan komitmen tinggi dalam melindungi tumbuh kembang anak dan menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur merespons tantangan lapangan dengan langkah nyata dan inovatif. Menyikapi masih rendahnya antusiasme masyarakat mengunjungi Posyandu, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan merancang terobosan strategis berupa sistem “jemput bola” langsung ke rumah warga, sekaligus mempersiapkan program daya tarik berupa hadiah di setiap Posyandu.

Langkah strategis ini dipaparkan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Kamis (23/7/2026). Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kutim, Irma Aryani, menjelaskan bahwa meski target sasaran mencapai 35.000 balita, baru sekitar 14.000 anak yang rutin memanfaatkan layanan Posyandu. Kondisi ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat yang perlu ditingkatkan serta dukungan sarana yang terus dibenahi.

Merespons hal tersebut, Irma menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. “Kami hadir lebih dekat melalui strategi jemput bola atau pelayanan door-to-door. Selain itu, kami juga merancang program doorprize di setiap Posyandu untuk semakin memotivasi keaktifan warga,” ujarnya. Program ini akan diperkuat dengan pemantauan serentak dan evaluasi data terpadu pada Agustus mendatang.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, memberikan apresiasi sekaligus arahan agar seluruh jajaran dari kabupaten hingga desa bersinergi mengawal strategi ini. Ia menekankan bahwa kehadiran rutin di Posyandu adalah kunci emas mendeteksi masalah gizi sejak dini. “Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak terlewatkan dari pemantauan dan intervensi yang tepat. Asupan nutrisi dan pengawasan kesehatan harus berjalan konsisten tanpa putus,” tegasnya.

Untuk menjamin ketepatan sasaran yang akurat, Pemkab Kutim juga memberlakukan standar pendataan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui Surat Edaran resmi. Dengan dukungan data presisi dan jangkauan layanan yang masif, pemerintah daerah optimis seluruh balita di Kutai Timur akan mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal, menciptakan fondasi generasi masa depan yang sehat dan bebas dari risiko stunting. (Ir/adv)

 

Baca Juga

Back to top button