Kutai TimurRagam

Masih Banyak Buaya di Gang Durian, Camat Sangatta Utara akan Koordinasikan Evakuasi Selanjutnya

Upnews.id, Sangatta – Seekor buaya berukuran panjang 4,4 meter yang diduga menerkam seorang warga lanjut usia, saat sedang memperbaiki mesin pompa air pada Sabtu (19/09/2026) pagi, akhirnya berhasil ditangkap.

Penangkapan ini dilakukan oleh Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kabupaten Kutai Timur bersama masyarakat di Sungai Sangatta, sekitar Gang Durian 3, Kecamatan Sangatta Utara, pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca juga : Buaya 4,4 Meter Berhasil Ditangkap dari Sungai Sangatta Usai Terkam Seorang Kakek

Camat Sangatta Utara, Hasdiah, yang langsung turun ke lapangan untuk melihat buaya yang berhasil di evakuasi. Mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas di tepi sungai.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah bantaran sungai untuk tidak melakukan aktivitas di bantaran, maupun masuk ke sungai. Karena kita melihat kejadian ini sudah berkali-kali, dan ini bermula dari warga yang melakukan perbaikan pipa air,” ujar Hasdiah.

Selain ancaman serangan hewan buas, Hasdiah juga menyoroti aspek kesehatan penggunaan air sungai secara langsung. Padahal jaringan pipa Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim telah masuk dan melayani warga di wilayah tersebut.

Sebagai langkah pencegahan jangka pendek, pihak Kecamatan Sangatta Utara berencana akan segera berkoordinasi dengan pihak desa untuk memasang plang-plang peringatan di sejumlah titik rawan di sepanjang bantaran sungai.

Berdasarkan informasi di lapangan, buaya yang berhasil diamankan diyakini sebagai pelaku utama serangan tersebut. Berdasarkan pantauan tim LKK di lokasi, masih terdapat buaya lain di habitat sungai tersebut yang akan dikoordinasikan lebih lanjut penanganannya.

Baca juga : Normalisasi Sungai Tunan Picu Pergerakan Buaya ke Area Perkebunan di PPU

“Nanti kami koordinasi dan melihat dulu kondisinya seperti apa. Karena tadi sempat ngobrol dengan tim LKK, buaya yang tertangkap ini diduga yang ‘bersalah’ (menerkam korban). Sementara yang lain masih ada di bawah, dan nanti akan kita komunikasikan lagi untuk rencana evakuasi selanjutnya,” jelas Hasdiah.

Pihak kecamatan bersama aparat dan unsur masyarakat terus memantau situasi di Sungai Sangatta guna menghindari kembalinya korban jiwa akibat serangan satwa liar tersebut.

Senada dengan Ibu Camat, Kepala Desa (Kades) Sangatta Utara, Mulyanti, mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sungai yang sekiranya membahayakan. Untuk pencegahan, baka dibuat papan himbauan di sepanjang Sungai Sangatta.

Baca juga : Bupati Ardiansyah: Pemuda Harus Ambil Peran dalam Penanganan Konflik Buaya di Kutim

“Kalau masalah buaya sebenanya sudah dari zaman dulu, kan memang habitatnya di sungai. Jadi kami mengimbau agar tidak melakukan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan air sungai,” pungkasnya. (An/Dr)

Baca Juga

Back to top button