Kutai Timur

Kodim 0909/KTM Cetak 363 Hektar Sawah Rakyat, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Upnews.id, Bengalon – Jajaran Kodim 0909/Kutai Timur melaksanakan Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan cetak sawah rakyat yang berpusat di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini terhubung secara virtual melalui video conference (Zoom) dengan jajaran Kementerian Pertanian dan TNI AD di seluruh Indonesia.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, didampingi Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, dan Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Ariyanto, Kejari Kutim Tutuko Wahyu Minulyo, Komandan Brigif TP 32/MKL Kolonel, Inf Agussalim Tuo, beserta jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan kelompok tani setempat.

Baca juga : Hadapi Krisis Energi Global, Kodim 0909/Kutim Genjot Swasembada Pangan Lewat Cetak Sawah Rakyat

​Dalam arahannya, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul memberikan apresiasi kepada seluruh tim dan kelompok tani yang telah bekerja keras. Meskipun target awal pencetakan sawah adalah 840 hektar, tantangan teknis dan faktor cuaca menyebabkan hanya 363 hektar yang berhasil diselesaikan tepat waktu.

​”Saya yakin kalian sudah mengerjakan ini dengan berat melalui berbagai upaya. Meski target tidak tuntas karena kita tidak bisa melawan alam, saya tetap berterima kasih,” ujar Brigjen TNI Anggara.

​Ia juga menyoroti masalah banjir yang kerap melanda lahan pertanian di wilayah tersebut. Danrem meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mencari akar permasalahan dan solusi agar petani dapat bekerja sepanjang tahun tanpa terganggu luapan air.

​Beliau juga berpesan kepada kelompok tani agar merawat lahan yang sudah dicetak. “Mudah-mudahan para petani bisa berkarya dan sejahtera, sekaligus menopang ketahanan pangan nasional kita,” tambahnya.

Sementara itu, ​Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas sektor agraris. Ia mencanangkan pembangunan dan pencetakan lahan tanaman padi seluas 20.000 hektar dalam lima tahun ke depan.

Baca juga : DTPHP Kutim Usulkan Bantuan Benih Padi ke Pemerintah Pusat

​”Tahun 2012-2013 kita pernah menyiapkan 60.000 hektar, namun terkendala status kawasan lahan. Hari ini saya minta Dinas Pertanian menginventarisir kembali lahan-lahan potensial untuk memenuhi target 20.000 hektar tersebut,” tegas Bupati.

​Bupati juga menekankan bahwa fokus tidak hanya pada sawah konvensional, tetapi juga padi lahan kering (padi gunung) seperti jenis Padi Mayas yang dikenal memiliki kualitas rasa yang unggul. Selain itu, Pemkab Kutim juga tengah menguji coba teknologi tanaman padi di kolam terapung di Desa Tepian Langsat sebagai alternatif pemanfaatan lahan basah.

​Dalam kesempatan itu, Dandim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, melaporkan bahwa dalam waktu efektif dua bulan, pihaknya berhasil mencetak lahan sawah seluas 363 hektar dari target awal.

Sebaran lahan cetak sawah tersebut meliputi, ​Kecamatan Bengalon, Desa Sepaso Timur 98 Hektar, Sepaso Barat 45 Hektar, Karaitan 33 hektar, dan Sepaso 15 hektar. Sedangkan di ​Kecamatan Long Mesangat, meliputi Desa Tanah Abang Barat, Utara, dan Selatan dengan total 180 hektar.

Baca juga : Faizal Rachman: Pemkab Kutim Harus Beri Insentif Petani Sawah

​”Awalnya kami diberikan target 1.106 hektar oleh Kementerian Pertanian. Namun, setelah pengecekan pada Januari, luasan yang memungkinkan adalah 800 hektar. Dengan sisa waktu dua bulan dan kondisi alam di wilayah

Sepaso yang masih dilanda banjir, kami berhasil menyelesaikan 363 hektar,” lapor Letkol Ragil Setyo Yulianto
​Letkol Ragil menjelaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi sangat krusial mengingat laju pertumbuhan ekonomi Kutai Timur saat ini mengalami penurunan hingga angka 1,05% akibat dinamika global di sektor energi dan tambang.

​”Pertumbuhan sektor pertanian menjadi harapan kita bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi di Kutai Timur. Program cetak sawah rakyat ini hadir sebagai solusi nyata untuk menjawab tantangan ekonomi ke depan,” kata Dandim. (Bon/Dr)

Baca Juga

Back to top button