Disdikbud Kutim Konsisten Cetak Guru Inklusi Berkelas, 297 Tenaga Pendidik Kini Bergelar Magister
Upnews.id Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik. Melalui program unggulan Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIMED), sebanyak 297 guru angkatan kedua resmi diwisuda meraih gelar Magister Pendidikan Inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (22/8/2026).
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan rasa syukur mendalam atas keberhasilan ini. Program ini merupakan hasil kerja sama strategis Pemkab Kutim dengan UNY yang memanfaatkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) guna mempercepat peningkatan kualifikasi akademik guru tanpa mengganggu tugas utama mereka di sekolah.
“Alhamdulillah, hari ini wisuda angkatan kedua program S2 Pendidikan Inklusi. Angkatan pertama yang dikirim tahun 2024 sebanyak 191 orang, semuanya lulus 100 persen pada tahun 2025. Sedangkan angkatan kedua yang dikirim 300 orang, hari ini 297 orang resmi menyandang gelar magister, tiga orang berhalangan karena alasan yang tidak bisa dihindari,” ungkap Mulyono usai menyaksikan prosesi wisuda di GOR UNY.
Mulyono menegaskan, keberhasilan ini bukanlah titik akhir, melainkan babak baru pelayanan pendidikan yang lebih adil dan merata. Peningkatan kualifikasi ini sangat krusial untuk memastikan setiap satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP mampu melayani seluruh peserta didik, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
“Target kita jelas: dari 702 sekolah yang ada di Kutai Timur, minimal setiap satuan pendidikan memiliki satu guru kompeten di bidang pendidikan inklusi. Harapannya, tidak ada anak yang tertinggal atau terabaikan dalam proses belajar, baik di sekolah umum maupun negeri,” tegasnya.
Komitmen Disdikbud Kutim tak berhenti di sini. Tahun ini Pemkab Kutim telah menyiapkan anggaran kembali untuk mengirim sekitar 300 guru pada angkatan ketiga. Langkah ini membuktikan keseriusan daerah dalam berinvestasi jangka panjang pada kualitas pendidikan, yang pada akhirnya akan melahirkan generasi Kutim yang cerdas, berdaya saing, dan setara tanpa sekat.
“Kami terus bergerak konsisten. Investasi pada guru adalah investasi terbaik bagi masa depan anak-anak Kutai Timur. Dengan guru yang berkompeten, kami pastikan layanan pendidikan inklusif akan semakin kuat dan menyentuh seluruh pelosok daerah,” pungkas Mulyono.(Ir/adv)





