Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Kualitas Komunikasi, DWP Kutim Gelar Pelatihan Public Speaking
upnews.id SANGATTA — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Pelatihan Public Speaking di Gedung Wanita, kawasan Pusat Pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (19/8/2026). Mengusung tema “Angkat Rasa Percaya Diri Lewat Etiket dan Bahasa Tubuh yang Elegan”, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam membentuk mentalitas, meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum, serta membekali anggota agar mampu tampil lebih profesional dan adaptif di era digital.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dibuka secara langsung oleh Ketua DWP Kutim, Ny. Lisdawati, dan dihadiri jajaran pengurus kabupaten, Ketua Cabang DWP yang mewakili 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta menghadirkan narasumber berpengalaman yang didatangkan khusus dari Balikpapan, Septia Sandila.
Ketua DWP Kutim, Ny. Lisdawati, menyampaikan bahwa sebagian besar anggota masih merasa canggung, ragu, hingga kurang siap saat diberikan kepercayaan untuk memimpin acara atau menyampaikan pendapat di hadapan publik. Hambatan mental tersebut, menurutnya, harus dikikis secara bertahap melalui wadah pembelajaran bersama yang intensif dan inklusif.
“Mulai sekarang tidak ada lagi alasan tidak berani tampil. Kita semua harus belajar bersama, bahkan dari nol sekalipun,” ujar Lisdawati di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, materi pembekalan difokuskan pada esensi personal branding. Pembentukan citra diri positif bukan sekadar soal gaya berpakaian atau penampilan fisik semata, melainkan manifestasi dari keanggunan bersikap, kematangan emosional, penghormatan kepada lawan bicara, hingga penggunaan bahasa tubuh yang meyakinkan dalam setiap interaksi sosial maupun kedinasan.
“Keanggunan itu tercermin dari cara berbicara, bersikap, mengendalikan emosi, hingga bahasa tubuh yang kita tampilkan,” tambahnya.
Selain teknik berkomunikasi publik, Lisdawati juga menekankan pemanfaatan teknologi komunikasi sebagai sarana agar alur kerja organisasi tetap berjalan responsif dan tidak terhambat jarak.
“Sekarang teknologi sudah canggih, tidak ada alasan putus komunikasi. Walaupun kita tidak ada di tempat, kegiatan harus tetap terus berjalan,” tegasnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Retno Wahyu Teguh Santoso, menjelaskan program kerja ini dirancang khusus untuk memadukan teori etiket, penguasaan panggung, serta latihan praktis agar peserta memiliki bekal konkret yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun tugas organisasi.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta pulang tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa keberanian untuk tampil lebih percaya diri,” ungkapnya.
Di penghujung acara, Ketua DWP Kutim, Ny. Lisdawati, menyerahkan cenderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan wawasan yang telah dibagikan kepada seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kader-kader DWP Kutim yang tidak hanya berpenampilan anggun, tetapi juga cakap, berwawasan luas, dan siap menyuarakan aspirasi di berbagai kesempatan. (Ir/adv)






