Dinkes Kutim Fokus Siapkan SDM Kesehatan RS Muara Wahau — Dokter, Spesialis & Nakes Dipersiapkan Sejak Awal, Operasional Ditargetkan 2029
upnews.id SANGATTA — Pembangunan Rumah Sakit (RS) Muara Wahau Tipe D bukan sekadar soal bangunan dan peralatan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan (nakes), dan seluruh SDM pendukung dipersiapkan secara beriringan dengan pembangunan fisik, agar saat beroperasi nanti pelayanan langsung berjalan optimal.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan hal tersebut saat ditemui di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (10/8/2026). “Kebutuhan dokter di sana cukup besar, terutama untuk pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap. Tidak hanya dokter umum, dokter spesialis juga menjadi bagian penting untuk mendukung jenis pelayanan yang tersedia,” ujarnya.
Selain dokter, Dinkes Kutim juga menyiapkan perawat, bidan, tenaga pemeliharaan kesehatan, serta berbagai profesi penunjang lainnya — semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit. “Rumah sakit yang lengkap fasilitasnya tidak akan berjalan maksimal tanpa tenaga kesehatan yang kompeten. Karena itu, pemenuhan SDM harus berjalan beriringan dengan proses pembangunan,” tegas dr. Yuwana.
RS Muara Wahau memiliki nilai strategis sebagai pusat pelayanan kesehatan di wilayah Kutim bagian utara. Kehadirannya diharapkan memangkas jarak tempuh warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Samarinda atau Balikpapan untuk mendapatkan pelayanan medis, termasuk penanganan dokter spesialis. “Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi, cukup di Muara Wahau. Ini akan mempercepat penanganan pasien sekaligus memperluas akses kesehatan yang lebih merata,” jelasnya.
Tidak hanya melayani warga Muara Wahau, rumah sakit ini juga direncanakan menjadi pusat rujukan bagi kecamatan dan wilayah sekitarnya. Dinkes Kutim kini memastikan seluruh tahapan — perencanaan, pembangunan fisik, sarana prasarana, hingga pemenuhan SDM — berjalan terpadu. Target operasional pada tahun 2029 diharapkan dapat terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi pemerataan layanan kesehatan masyarakat Kutim bagian utara.(Ir/adv)






