Kutai TimurRagam

Bupati Ardiansyah Puji Kreativitas B2SA Kutim 2026: Pangan Lokal Harus Naik Kelas, Jadi Produk Ekonomi & UMKM

upnews.id SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten Kutim Tahun 2026 yang digelar TP PKK Kabupaten Kutim di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Selasa (11/8/2026). Bupati menilai kreasi menu tahun ini semakin beragam, menunjukkan peningkatan kreativitas kader PKK dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang lezat, bergizi, dan aman.

“Masakan yang saya cicipi semuanya nilainya 100. Juri pasti cukup sulit menentukan pemenangnya,” ujar Ardiansyah memuji hasil olahan peserta. Ia menegaskan bahwa prinsip B2SA harus diterapkan secara utuh — tidak sekadar soal rasa dan tampilan, tetapi tetap mengutamakan keseimbangan gizi, protein, dan keamanan pangan bagi keluarga.

Lebih dari sekadar ajang lomba, Bupati mendorong agar kreasi-kreasi B2SA ini tidak berhenti di panggung perlombaan, melainkan dikembangkan menjadi produk ekonomi masyarakat. “Jangan hanya disajikan di acara seperti ini. Masakan B2SA harus dipasarkan melalui UMKM,” tegasnya.

Ardiansyah mengajak masyarakat untuk lebih inovatif memanfaatkan sumber karbohidrat lokal — ubi, pisang, singkong, talas, hingga jagung — tidak harus selalu bergantung pada beras. Ia memberi contoh keberhasilan rumah makan yang mengusung satu identitas bahan utama dan menjadi daya tarik tersendiri. “Nama makanan dan kemasan juga bisa menjadi daya tarik, seperti halnya nama-nama unik yang sudah dikenal luas masyarakat,” tambahnya.

Bupati membuka peluang sinergi antara kader PKK, Dasawisma, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan usaha kuliner berbasis B2SA, termasuk dalam hal permodalan. “Kalau Dasawisma ingin membuka warung dengan menu B2SA, bisa bekerja sama dengan BUMDes. Jadi kegiatan ini tidak hanya soal edukasi gizi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dengan demikian, lomba B2SA Kutim 2026 tidak hanya menghasilkan menu-menu kreatif dan bergizi, tetapi juga membuka jalan bagi pangan lokal Kutim untuk naik kelas — menjadi fondasi gizi keluarga sekaligus sumber penghasilan baru yang berkelanjutan.(Ir/adv)

Baca Juga

Back to top button