Sekda Sambangi Kemenkeu, Cari Sumber Dana Alternatif buat Bangun Infrastruktur
Upnews.id, Jakarta – Menghadapi kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan efisiensi, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tak tinggal diam. Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu, Dr. Stephanus Madang, baru saja menyambangi kantor Kementerian Keuangan di Jakarta untuk menjajaki peluang pendanaan kreatif bagi pembangunan di “Bumi Ujoh Bilang”.
Dalam audiensi di Gedung Frans Seda, Kamis (23/4/2026), Sekda Madang bersama tim menggali lebih dalam soal skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini dinilai menjadi solusi jitu saat dana transfer dari pusat mulai menurun.
“Daerah dituntut untuk berkreasi dan kreatif mencari sumber-sumber pendanaan lain di luar dana perimbangan,” jelas Sekda Madang usai mengikuti sesi coaching clinic di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
Sekda mengungkapkan, Mahulu sebenarnya sudah memiliki daftar proyek yang siap disodorkan. Jika nantinya kapasitas fiskal daerah dinyatakan memenuhi kriteria oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), beberapa proyek besar bisa segera didorong.
Setidaknya ada sekitar 20 sektor yang bisa dibiayai lewat jalur ini. Untuk Mahulu sendiri, fokus utamanya tetap pada kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini memerlukan anggaran jumbo.
“Rencana yang kita usulkan itu sudah masuk dalam kriteria, baik pembangunan jalan dan jembatan, PDAM atau SPAM, pembangunan perkantoran, maupun fasilitas umum lainnya,” ungkapnya.
Namun, Sekda Madang juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju realisasi pendanaan ini masih cukup panjang. Dibutuhkan kajian teknis yang mendalam serta dukungan politik dari berbagai pihak di daerah.
“Perlu kajian, studi, dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk dukungan dari DPRD ke depan,” tambahnya.
Prioritas utama tetap pada penuntasan jalan, jembatan, dan sarana air bersih (SPAM) yang saat ini sulit jika hanya mengandalkan APBD murni. Dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kemenkeu, diharapkan proyek-proyek strategis tersebut tidak lagi sekadar menjadi rencana di atas kertas.
“Dengan kondisi APBD seperti sekarang, tidak mungkin kita biayai sendiri. Mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah pusat, bisa terwujud untuk air minum maupun fasilitas lainnya di Mahulu,” pungkasnya optimis.(Nt/Dr)






