PBSI Kutim Jadikan Sirnas C 2026 Wadah Evaluasi Menuju Porprov
upnews.id SANGATTA — Meski sejumlah wakil tuan rumah bertumbangan di hari kedua Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026 pada Selasa (12/5/2026), PBSI Kutim tetap memfokuskan turnamen ini sebagai laboratorium evaluasi. Kekalahan dari atlet-atlet papan atas nasional tersebut murni dijadikan ajang pemanasan mental menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) November mendatang.
Sejumlah wakil lokal, termasuk dari PB Kalia Nusa, harus mengakui ketangguhan lawan asal klub raksasa seperti Jaya Raya Jakarta hingga Mutiara Cardinal Bandung. Kesenjangan pengalaman bertanding dan pola pembinaan menjadi faktor utama yang membuat atlet-atlet lokal sulit mengejar poin ranking nasional.
Direktur Turnamen Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026, Aang Syahrudin, mengungkapkan bahwa hasil pertandingan ini sebenarnya sudah diprediksi. Menurutnya, kualitas atlet luar daerah yang datang ke Sangatta memang berada di level teratas untuk kelompok umur usia dini hingga taruna.
“Untuk atlet Kutim bersaing di sekelas Sirnas ini memang masih agak berat. Yang datang ini atlet-atlet yang sudah punya ranking point dan pengalaman bertanding tinggi,” ujar Aang saat ditemui awak media, Rabu (13/5/2026).
Aang menyoroti perbedaan mencolok pada intensitas latihan antara atlet lokal dan luar daerah. Klub besar di Jawa sudah menerapkan latihan dua kali sehari dengan durasi hingga 6 jam. Sementara itu, atlet di Kutim masih terkendala sinkronisasi jadwal sekolah sehingga hanya berlatih 2 jam sehari.
“Walaupun latihannya rajin, kalau tidak punya pengalaman tanding, begitu main mentalnya tidak akan keluar maksimal. Kelasnya sangat jauh, jadi pembinaan kita memang perlu pembenahan total,” lanjutnya.
Selain masalah porsi latihan, faktor kemandirian fasilitas juga menjadi kendala. Ketergantungan klub-klub Kutim pada penyewaan GOR umum dinilai sering menghambat konsistensi jadwal latihan, berbeda dengan klub luar daerah yang sudah memiliki fasilitas pribadi dan sistem asrama.
Meski target juara di Sirnas ini tidak dipatok muluk-muluk, Aang menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memacu jam terbang atlet agar berani “keluar kandang”. Evaluasi total dari turnamen ini diharapkan mampu mendongkrak kesiapan fisik dan mental atlet Kutim sebelum berlaga di Porprov mendatang. (Ir/em)






