Kutai Timur

Lawan Lonjakan DBD, Dinkes Kutim Mulai Distribusikan 4.500 Vaksin Qdenga.

upnews.id SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah proaktif dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah meningkat di wilayah Kalimantan Timur. Pada Jumat (23/01/2026), Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si, secara resmi memimpin pelaksanaan vaksinasi Qdenga perdana bagi masyarakat.

Sebanyak 4.500 dosis vaksin Qdenga produksi Takeda telah mulai didistribusikan ke 21 Puskesmas, rumah sakit, serta beberapa klinik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur. Program vaksinasi ini merupakan bentuk kolaborasi strategis, di mana seluruh dosis tersebut didapatkan melalui bantuan dari Bio Farma.

Upaya Preventif di Tengah Meningkatnya Kasus, dr. Yuwana Sri Kurniawati menjelaskan bahwa pemberian vaksin ini menjadi instrumen penting dalam strategi pencegahan penyakit DBD.
“Seiring dengan meningkatnya kasus DBD di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kutai Timur, vaksinasi Dengue menjadi salah satu upaya nyata untuk melindungi masyarakat. Saat ini, vaksin Qdenga telah tersedia dan diberikan secara cuma-cuma berkat bantuan Bio Farma,” ujar dr. Yuwana di sela kegiatannya.

Lanjutnya lebih dalam. Vaksin Qdenga ini memiliki cakupan usia yang cukup luas, sehingga dapat memberikan perlindungan menyeluruh bagi kelompok usia produktif maupun anak-anak. Berdasarkan pedoman medis, vaksin ini dapat diberikan kepada,
rentang Usia. Mulai dari 5 tahun hingga 60 tahun. Lokasi Pelayanan di 21 Puskesmas di Kutim, Rumah Sakit, dan Klinik terpilih.

Selain itu Yuwana juga berharap. Dengan distribusi yang merata di 21 Puskesmas, Dinas Kesehatan berharap target capaian vaksinasi dapat terpenuhi dengan cepat. “Harapan besarnya adalah terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) yang mampu menurunkan kurva kasus DBD secara signifikan di Kutim,” Jelasnya

Pihak Dinkes juga tetap menghimbau masyarakat untuk tetap menjalankan langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) sebagai pendamping proteksi dari vaksinasi ini. (eko)

Baca Juga

Back to top button