Kutai TimurPendidikanRagam

Desa Sekerat Raih Warisan Budaya Tak Benda dari Kemenristekdikti RI

Upnews.id, Bengalon – Desa Sekerat yang terletak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menyandang predikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) RI.

Pengakuan skala nasional ini diraih setelah melalui proses verifikasi lapangan dan sidang penetapan yang ketat oleh tim ahli kementerian. Pencapaian ini menjadi angin segar bagi pengembangan potensi lokal, khususnya dalam membangun sektor pariwisata yang produktif dan berbasis kebudayaan di wilayah tersebut.

Baca juga : Tiga Pilar Aspirasi Warga Sekrat di Reses Syaiful Bakhri: Infrastruktur, Abrasi, dan Dukungan Festival Budaya

Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya proses verifikasi hingga status WBTB ini berhasil disahkan. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan doa bersama dari masyarakat serta pemangku kepentingan stakeholders terkait.

“Kita telah didatangi oleh tim kementerian, diverifikasi dan telah disidangkan serta ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda yang ada di Kutim dari kementerian langsung,” ujar Sunandika dalam sambutannya saat pembukaan Festival Sekerat Nusantara (10/07/2026) malam.

Lebih lanjut, Sunandika menegaskan bahwa status WBTB ini menjadi pendorong besar bagi pembangunan ekonomi kreatif di Desa Sekerat. Pemerintah desa berkomitmen untuk tidak hanya bergantung pada sektor industri ekstraktif seperti tambang, sawit dan semen, melainkan mulai mengoptimalkan perputaran ekonomi yang berkelanjutan melalui pariwisata dan kebudayaan.

Untuk mendukung keberlanjutan sektor pariwisata tersebut, dirinya juga menyoroti pentingnya sinergi elemen kelembagaan yang telah dibentuk di desa, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna, guna merangkul para pemuda setempat agar terlibat aktif.

Baca juga : Pulau Miang dan Pantai Sekerat Jadi Barometer Keberhasilan Pariwisata

Meski demikian, pihak pemerintah desa juga menyampaikan tantangan infrastruktur yang masih dihadapi, terutama pembenahan akses jalan sepanjang 23 kilometer menuju lokasi wisata yang saat ini baru terealisasi semenisasinya sekitar 5 kilometer.

“Kita berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan yang berdomisili di wilayah Sekerat, dapat mempercepat perbaikan infrastruktur demi meratanya kesejahteraan ekonomi masyarakat,” harapnya. (Ir/Dr)

Baca Juga

Back to top button