DPPPA Kutim Siap Luncurkan Aplikasi Evaluasi KLA

Upnews.id, SANGATTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutai Timur (DPPPA Kutim) terus mematangkan langkah untuk meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait penggunaan aplikasi baru yang akan mendukung percepatan penilaian KLA.
Kegiatan yang diikuti seluruh perwakilan dinas terkait ini berlangsung selama tiga hari, sejak 11 hingga 13 Februari 2026. Bimtek dipusatkan di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kutai Timur (Bappeda) Kutim, Jumat (13/02/2026). Tujuannya jelas, menyatukan dan merapikan data dari seluruh instansi agar lebih serentak dan akurat.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DPPPA Kutim, Rita Winarni, menjelaskan bahwa selama ini pengumpulan data masih dilakukan secara manual, bahkan harus mendatangi satu per satu dinas terkait. Lewat sistem baru ini, proses tersebut diharapkan jadi lebih praktis dan meminimalisir ketidaksinkronan dokumen yang kerap menjadi kendala saat penilaian nasional.
“Tahun ini kami libatkan seluruh unsur operator OPD terkait untuk ikut andil dalam penginputan. Jadi kami di DPPPA tinggal menarik data yang sudah diisi oleh instansi tersebut tanpa harus repot melakukan jemput bola seperti biasanya,” ujarnya.
Aplikasi yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat ini dirancang khusus agar seluruh dokumen pendukung, mulai dari surat undangan, notulensi hingga dokumentasi kegiatan, bisa terunggah lengkap sesuai standar Kementerian PPPA. Rita menegaskan, kelengkapan berkas digital sangat berpengaruh terhadap perolehan poin.
“Selama ini, data yang kita unggah kurang lengkap atau ada miss antara pertanyaan dengan jawaban yang diberikan, sehingga penilaian tidak maksimal. Melalui Bimtek ini, para operator diharapkan lebih memahami indikator-indikator yang diminta,” tambahnya.
Optimisme DPPPA Kutim pun cukup beralasan. Saat ini, Kutai Timur masih menyandang predikat Madya dan hanya terpaut selisih poin tipis untuk naik ke level berikutnya. Dengan berbagai pembenahan dan capaian standardisasi fasilitas publik ramah anak yang sudah diraih, target tahun ini pun dipasang lebih tinggi.
“Target kita sebenarnya mengejar predikat Nindya, karena kemarin kita hanya kurang sekitar 3,1 poin saja. Dengan catatan nilai yang ada tidak bergeser dan ditambah prestasi pusat informasi sahabat anak serta ruang bermain ramah anak yang sudah terstandardisasi, insya Allah target itu tercapai, bahkan harapannya bisa menuju Utama,” pungkasnya.(Ir/nt/Dr)






