DPPPA Kutim Bentuk Komite Gender di PT DPA Bengalon, Wadah Aspirasi Nyata Pekerja Perempuan
upnews.id BENGALON — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur terus memperluas perlindungan dan pemberdayaan pekerja perempuan di sektor perkebunan sawit. Kali ini, Komite Gender resmi dibentuk di PT Dinamika Prima Artha (DPA), Kecamatan Bengalon, Kamis (27/8/2026), sebagai wadah khusus yang menampung, membahas, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pekerja di lingkungan kerja.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Yayasan Solidaridad dan Pusat Penelitian Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) LP2M Universitas Mulawarman ini melahirkan komite yang beranggotakan perwakilan dari lima divisi perusahaan, dengan Linda dipercaya sebagai Ketua Komite Gender PT DPA. Pembentukan ini diharapkan menjadi mekanisme internal yang jelas, transparan, dan responsif — bukan sekadar struktur di atas kertas, melainkan kanal aspirasi yang benar-benar didengar dan ditindaklanjuti.
Dalam sesi dialog, berbagai persoalan penting langsung terungkap. Maria menyoroti kelayakan bus operasional pekerja; Faradila, perawat perusahaan, mengusulkan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan penerapan PHBS; sementara Della menekankan pentingnya pendataan administrasi kependudukan serta kepemilikan akta kelahiran bagi anak-anak pekerja agar hak-hak keluarga terpenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa isu gender di lingkungan kerja tidak berdiri sendiri, melainkan menyentuh aspek transportasi, kesehatan, administrasi, hingga kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Perwakilan HRD PT DPA, Rizky, menyambut baik langkah ini. “Komite Gender hal baru bagi perusahaan kami, namun kami sangat antusias dan mendukung penuh. Ini langkah menuju lingkungan kerja yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi DPPPA Kutim, pembentukan Komite Gender di PT DPA menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan prinsip kesetaraan dan perlindungan perempuan tidak hanya tertulis dalam kebijakan, tetapi terasa dampaknya di lapangan. Ke depannya, komite ini diharapkan mampu mendorong pemenuhan fasilitas yang ramah perempuan dan keluarga, serta menjadi mitra strategis perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, dan sejahtera bagi seluruh pekerja.(Ir/adv)





