Berau Pilih Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Solar
Upnews.id, Berau-Pemerintah Kabupaten Berau punya cara baru buat menangani masalah sampah plastik yang makin hari makin menumpuk. Lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), mereka kini menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menjajaki teknologi yang bisa menyulap limbah plastik menjadi bahan bakar setara solar.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain bikin lingkungan lebih bersih, sampah yang tadinya cuma menumpuk di TPA kini bisa punya nilai ekonomi dan manfaat nyata.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa Berau tidak membangun pembangkit listrik tenaga sampah saja? Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menjelaskan bahwa pilihannya jatuh pada pengolahan bahan bakar karena lebih masuk akal untuk kondisi daerah saat ini.
Stok Sampah Belum Cukup: Untuk membuat pembangkit listrik, dibutuhkan sampah sekitar 1.000 ton setiap harinya. Kondisi Saat Ini: Produksi sampah di Tanjung Redeb baru berkisar di angka 80 hingga 100 ton per hari. Jadi, teknologi pengolahan menjadi minyak dianggap jauh lebih pas dan efisien.
Zulkifli mengakui bahwa mengelola sampah bukan perkara mudah, apalagi urusan anggaran sedang cukup ketat. Itulah sebabnya, DLHK kini lebih memprioritaskan menjaga kebersihan di pusat kota dan area wisata agar tetap sedap dipandang mata.
Sambil menunggu teknologi ini diterapkan, masyarakat juga diharapkan ikut membantu dengan cara sederhana:
-
Mulai dari Rumah: Warga diajak menyediakan tempat sampah sendiri dan mulai memilah sampah rumah tangga.
-
Mandiri: Mendorong sistem angkut sampah secara mandiri di lingkungan pemukiman agar beban di TPA berkurang.
“Harapannya, sampah tidak sekadar menumpuk, tapi ada hasil akhirnya yang bisa kita gunakan kembali,” tutup Zulkifli.(Nt/Dr)






