Dorong Ekonomi & Budaya, Dispar Kutim Siapkan Gelaran Perdana Festival Erau
upnews.id SANGATTA — Guna menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya leluhur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bersiap menghadirkan Festival Erau untuk pertama kalinya. Gelaran istimewa ini direncanakan berlangsung sepekan setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur tahun 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kutim melestarikan warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Saat ini, konsep resmi tengah dirumuskan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura selaku pemangku adat utama, dan pelaksanaan akan disesuaikan sepenuhnya setelah konsep tersebut rampung.
“Konsepnya nanti berasal dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Setelah konsepnya ada, baru kita mengikuti dan menyesuaikan pelaksanaannya,” ujar Mahriadi di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026).
Festival Erau perdana ini direncanakan dipusatkan di kawasan Rumah Besar Adat Kutai, Jalan Yos Sudarso (APT Pranoto/Ring Road), Sangatta. Penentuan lokasi ini tak lepas dari harapan agar gelaran budaya berjalan selaras dengan nuansa adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam tradisi Erau.
Pelaksanaannya akan melibatkan kerja sama lintas perangkat daerah dengan pembagian tugas yang saling melengkapi:
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan → mengurusi aspek ritual adat dan substansi kebudayaan
– Dinas Koperasi dan UMKM → menyediakan stan pameran produk lokal
– Dinas Pariwisata → berfokus pada promosi dan publikasi festival
Sinergi ini memastikan Festival Erau tidak hanya meriah secara budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga.
Mahriadi menjelaskan, Festival Erau bukan sekadar ajang pelestarian tradisi. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi sarana merangkul para tokoh adat sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kutai kepada masyarakat luas. Tak kalah penting, kehadiran festival ini diharapkan mampu menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat — khususnya bagi pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang akan tampil mempromosikan karya-karya terbaik mereka.
“Ini termasuk salah satu dari 50 program Bupati, yaitu promosi pariwisata dan festival. Kita berharap kegiatan ini berjalan dengan baik, sukses, dan antusiasme masyarakat semakin besar,” pungkas Mahriadi penuh harap.
Dengan hadirnya Festival Erau perdana ini, Kutai Timur tak hanya menghidupkan kembali tradisi agung leluhur, tetapi juga membuktikan: pelestarian budaya dan kesejahteraan rakyat. (Ir/adv)






