Ibu-ibu Perumahan STC Blok E Raih Juara Terkompak, Kreasi Daur Ulang Wujud Semangat Bersama
upnews.id SANGATTA – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 32, Sangatta Utara, berakhir penuh kebahagiaan dan kebanggaan. Rangkaian kegiatan yang ditutup dengan jalan santai ini tidak hanya mengajak warga bergerak aktif, melainkan juga memunculkan kreativitas luar biasa dari para ibu yang tampil kompak dan penuh inovasi.
Momen paling membanggakan diraih oleh kelompok ibu-ibu Perumahan STC Blok E, yang berhasil menyabet penghargaan kategori Terkompak. Dengan busana hasil kreasi sendiri berbahan dasar tali rapia yang diolah menyerupai busana adat tradisional Papua, mereka tampil serasi, harmonis, dan memikat hati juri serta warga yang hadir.
Khusnul Fitrika Sari, mewakili kelompok pemenang, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Bagi mereka, kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan buah dari kerja sama yang tulus.
“Alhamdulillah kami mendapat juara. Sebenarnya kehadiran kami di sini murni untuk menyemarakan peringatan kemerdekaan dan menjalin silaturahmi antarwarga. Persiapannya pun jujur saja baru dilakukan sehari sebelumnya, tapi kami saling bahu-membahu tanpa lelah,” ujar Khusnul dengan penuh rasa haru.
Ia menceritakan, ide kreatif busana tersebut muncul berkat arahan rekan mereka, Devi yang kerap berkiprah dalam karnaval, serta dukungan penuh ketua kelompok yang akrab disapa Mamak Ara dan wakilnya Mamak Alif.
“Membuat kostum ini butuh keterampilan khusus. Karena itu kami berkolaborasi, saling melengkapi kekurangan satu sama lain. Kekompakan inilah yang menjadi semangat kami hingga sampai di garis finis,” tambahnya.
Selain kategori Terkompak, penghargaan kategori Terunik jatuh kepada keluarga Bapak Aan dengan kreasi berbahan daur ulang, sedangkan kategori Terbaik diraih oleh Ibu Isna. Masing-masing pemenang mendapatkan apresiasi berupa uang tunai.
Ketua RT 32, Supriyanto, menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme warga yang begitu tinggi. Menurutnya, perayaan kemerdekaan menjadi lebih bermakna ketika mampu merajut tali persaudaraan.
“Kebersamaan adalah yang paling utama. Kami senang melihat warga bisa berkumpul, berbagi suka, dan menunjukkan kreativitasnya. Semoga tradisi positif ini terus terjaga sebagai wujud cinta kita pada tanah air dan lingkungan tempat kita tinggal,” tutup Supriyanto.
Suasana semakin meriah dengan pembagian hadiah doorprize mulai dari sembako hingga peralatan rumah tangga. Warga pulang dengan wajah ceria, membawa pulang hadiah serta kenangan manis tentang persaudaraan yang kian erat.(Ir/em)
