Kutai Timur

Bupati Tantang Pemuda Kutim Berkontribusi Bagi Daerah

Upnews.id, Sangatta – Bupati Kabupaten Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman tekankan untuk membuka peluang dan ruang kolaborasi dalan penyerapan potensi besar dari para alumni pelajar mahasiswa Kutai Timur (Kutim).

Hal tersebut disampaikan usai melantik 60 Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (IKA HIPMA KT) Periode 2026-2029 di Ruang Meranti Sekretariat Daerah, Kawasan Pemerintahan Sangatta, Selasa (30/06/2026).

Baca juga : Fokus Benahi Database Alumni, IKA HIPMA-KT Periode 2026-2029 Resmi Dilantik

Bupati Ardiansyah menyampaikan, langkah ini dinilai strategis mengingat tantangan pembangunan daerah ke depan memerlukan intervensi berbasis ilmu pengetahuan dan keahlian spesifik.

Lebih lanjut, dengan wilayah Kutim yang luas, sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen pemuda. Oleh karena itu Pemda mengaku berkomitmen memberikan ruang bagi setiap gagasan dan kontribusi nyata demi kemajuan daerah di berbagai sektor.

“Silakan pemuda untuk memberikan kontribusinya. Kita siapkan mau di bidang apa saja,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua IKA HIPMA KT Arief Bolly menjelaskan. Di balik seremonial pelantikan, Kita dihadapkan pada tantangan klasik daerah, yaitu fenomena brain drain, di mana banyak lulusan perguruan tinggi asal Kutim memilih menetap di luar daerah setelah menyelesaikan studi.

Guna menjawab persoalan tersebut, pihaknya akan menempatkan pembenahan administrasi sebagai fondasi pergerakan. Pihaknya mengambil langkah taktis pertama pascapelantikan guna melakukan digitalisasi dan pemutakhiran basis data alumni secara masif.

Baca juga : PP HIPMA KT Secara Resmi Terima Berkas Mosi Tidak Percaya dari Alumni

Menurutnya, Akurasi data merupakan kunci utama, tanpa adanya peta kompetensi yang jelas, sinergi antara kebutuhan daerah dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal mustahil dapat terwujud.

“Kita akan bentuk dan perbaiki dulu database, kemudian di database tersebut kita akan mencarikan solusi,” jelasnya.

Melalui penguatan basis data ini, IKA HIPMA KT memproyeksikan sistem pemetaan yang tidak hanya mencatat identitas, tetapi juga melacak latar belakang keilmuan, keahlian khusus, hingga profesi alumni.

“Indikator-indikator tersebut nantinya akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan tenaga ahli lokal seperti sektor pendidikan dan kesehatan yang selama ini masih sering mengalami ketimpangan distribusi di wilayah Kutim,” pungkasnya. (Put/Dr)

Baca Juga

Back to top button