Bupati Ajak Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Upnews.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Salah satunya melalui peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkai dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di halaman Kantor BPD Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Mengusung tema “Saatnya Bekerja, Mari Pilah Sampah dari Rumah”, kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Peluncuran gerakan ditandai dengan penanaman berbagai jenis pohon bersama Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Anggota Komisi D DPRD Kutim Ardiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aji Wijaya Efendi, Sekretaris Diskominfo Rasyid, unsur Forkopimda, serta para peserta yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tiga persoalan besar lingkungan atau triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran yang berdampak pada kehidupan global.
Menurutnya, Indonesia juga terus berkomitmen menjalankan berbagai langkah pengendalian perubahan iklim, termasuk melalui target penurunan emisi dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 sebagai bagian dari upaya menuju pembangunan rendah karbon.
Bupati menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan perubahan perilaku seluruh masyarakat.
“Kita bersama-sama perlu melakukan pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis bukan sekedar kata-kata, tetapi sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam,” tegasnya.
Ia menjelaskan, semangat pertobatan ekologis dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, membiasakan hidup bersih, mendukung ekonomi sirkular, hingga ikut menyukseskan gerakan penanaman dua miliar pohon sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur, Aji Wijaya Efendi, berharap Gerakan ASRI tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran tanggung jawab dan aksi nyata kita di dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Sangkima sebagai tuan rumah kegiatan. Menurutnya, gerakan tersebut akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan dampak perubahan iklim.
“Terima kasih kepada pemerintah Daerah yang telah memberikan kepercayaan kepada Kecamatan Sangatta Selatan, khususnya Desa Sangkima sebagai tuan rumah,” pungkasnya.(Ir/Nt/Dr)






