David Rante Desak Pemkab Serius Kembangkan Pariwisata, Kunci Tingkatkan PAD dan Pemberdayaan UMKM
upnews.id SANGATTA — Anggota DPRD Kutai Timur dari Komisi B, David Rante, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata perlu dikelola dengan lebih serius dan profesional sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
David Rante menilai banyak potensi wisata alam, budaya, dan sejarah di Kutim yang saat ini belum ditata secara maksimal. Padahal, pariwisata memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja dan memberikan peluang signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Fokus pada Infrastruktur Dasar dan Kolaborasi Lokal
David menyebut bahwa perencanaan jangka panjang adalah kunci. Kebutuhan dasar infrastruktur wisata harus diperkuat, karena banyak destinasi unggulan belum memiliki fasilitas memadai yang mampu menarik wisatawan secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pengelolaan harus melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Pengelolaan yang profesional akan menjadikan destinasi wisata Kutim lebih kompetitif di tingkat regional.
Strategi Pemasaran dan Pelatihan SDM Lokal
Selain fasilitas fisik, promosi wisata juga menjadi catatan khusus dari Komisi B. Menurut David, Kutim masih minim kampanye pariwisata, baik di level regional maupun nasional.
“Kutim memiliki daya tarik budaya, alam, dan sejarah yang sangat kuat. Promosi yang tepat, ditopang dengan strategi pemasaran modern, akan membuka peluang investasi baru di sektor ini,” ujar David.
David juga menyoroti perlunya pelatihan bagi pelaku wisata lokal. Banyak masyarakat memiliki potensi, tetapi belum dibekali keterampilan pengelolaan destinasi. Dengan membekali masyarakat lokal kemampuan manajerial, mereka dapat menjadi bagian langsung dari sektor ekonomi kreatif, yang dinilai penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah.
Peran Regulasi dan Komitmen DPRD
David menambahkan bahwa pariwisata Kutim membutuhkan payung regulasi yang lebih kuat. Perda Pariwisata perlu segera disusun untuk memperjelas peran pemerintah, masyarakat, dan investor dalam pengelolaan destinasi. Aturan yang jelas tidak hanya membuat pengembangan destinasi lebih terarah, tetapi juga membuka peluang investasi melalui skema yang lebih transparan.
David memastikan DPRD siap memberikan dukungan penuh untuk mempercepat pengembangan pariwisata. Menurutnya, pariwisata dapat menjadi sektor unggulan dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Potensi wisata kita terlalu besar untuk dibiarkan tidak terkelola maksimal,” pungkasnya. (ADV)






