Tanam Padi Serentak di Paser

Upnews.id, Tana Paser – Program tanam padi serentak yang digelar Kementerian Pertanian akhirnya menyentuh Kabupaten Paser. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (09/04/2026) di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, dengan luas lahan mencapai 201 hektar.
Acara ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kaltim, Dinas Ketahanan Pangan Paser, TNI-Polri, hingga para penyuluh dan kelompok tani setempat seperti Brigade Pangan Umo Taka.
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang menargetkan 10 ribu hektar lahan. Khusus di Kalimantan Timur, ada empat daerah yang ikut ambil bagian, yaitu Paser, Berau, Kutai Timur, dan Mahakam Hulu.
“Untuk Paser luasnya 201 hektar, Berau 425 hektar, Kutai Timur 300 hektar, dan Mahulu 60 hektar,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini menjadi langkah nyata untuk mendukung swasembada pangan. Meski Kaltim secara umum belum sepenuhnya mandiri pangan, kondisi di Paser justru cukup menggembirakan karena produksi padinya sudah surplus.
“Ini jadi modal penting. Kita tetap dorong penanaman agar kebutuhan pangan di Kaltim, termasuk untuk IKN, bisa terpenuhi,” ujarnya.
Saat ini, Pemprov Kaltim memiliki potensi lahan sawah sekitar 46 ribu hektare, namun belum semuanya dimanfaatkan. Karena itu, program cetak sawah dinilai jadi solusi untuk mengoptimalkan lahan yang masih kosong.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Paser, Erwan Wahyudi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produksi pangan. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan daerah, Paser Tuntas.
“Paser ini salah satu sentra pangan di Kaltim, jadi potensi yang ada harus benar-benar dimaksimalkan,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa Pemkab Paser akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi demi meningkatkan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, kebahagiaan terasa dari para petani. Penasihat Kelompok Tani Umo Taka, Jemael, mengaku program ini sudah sangat lama dinantikan.
“Ini berkah besar bagi kami. Kurang lebih 20 tahun kami menunggu program seperti ini. Semoga ke depan bisa berjalan lancar dan memberi hasil terbaik,” ungkapnya penuh harap.(Nt/Dr)






