Upnews

Menanam 12.300 Harapan untuk Alam Kalimantan

Upnews.id, Sangatta – Telaga Batu Arang (TBA), Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur nampak berbeda dari biasanya pada Senin (04/05/2026). Kawasan yang terletak di jalur Poros Sangatta-Rantau Pulung ini ramai oleh aksi penghijauan besar-besaran. Agenda ini merupakan langkah konkret untuk mengembalikan “paru-paru” Kutai Timur melalui penanaman ribuan bibit pohon.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono. Aksi ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Kalimantan Timur sebagai bentuk komitmen nyata dalam memulihkan ekosistem, terutama pada lahan-lahan bekas aktivitas industri dan tambang.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menyadari betul bahwa sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, Kutim memiliki tantangan besar dalam menjaga keseimbangan. Baginya, menanam pohon adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.

“Ini adalah langkah yang sangat bagus untuk pemulihan lingkungan kita,” ujar Wabup Mahyunadi saat berbincang dengan awak media seusai kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sangat terbuka dan menyambut baik inisiatif seperti ini. Mengingat banyaknya lahan yang telah dimanfaatkan untuk aktivitas tambang, langkah restorasi menjadi hal yang mutlak dilakukan agar lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Di sisi lain, semangat luar biasa juga ditunjukkan oleh jajaran TNI. Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto menjelaskan bahwa aksi hijau ini bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga merupakan upaya kolektif untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kategori yang diincar adalah penanaman pohon serentak terbanyak di wilayah Kodam VI/Mulawarman.

Perjuangan menghijaukan Kutai Timur ternyata sudah berlangsung cukup lama. “Secara total, sejak bulan Desember lalu hingga saat ini, kami sudah menanam kurang lebih 12.300 pohon di seluruh wilayah Kutai Timur,” ungkap Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto membeberkan data capaian mereka.

Hal yang membuat gerakan ini istimewa adalah pemilihan jenis bibitnya. Fokus utama aksi ini adalah melestarikan pohon-pohon endemik Kalimantan yang keberadaannya mulai sulit ditemukan, salah satunya adalah kayu Ulin yang legendaris. Edukasi kepada masyarakat juga terselip dalam setiap bibit yang ditanam, sebuah pesan agar semua orang merasa memiliki dan bertanggung jawab menjaga kelestarian hutan.

Melalui rimbunnya bibit Meranti hingga Sengon yang baru ditanam, terselip harapan besar agar Kutai Timur tidak hanya dikenal karena kekayaan perut buminya, tetapi juga karena kelestarian alamnya yang kembali pulih.

Menutup keterangannya, Letkol Arh Ragil merinci jenis tanaman yang baru saja dipasang di area Telaga Batu Arang tersebut. “Hari ini kami menanam sekitar 1.150 bibit, di samping bibit pohon lain seperti Meranti, Kapur, Sengon serta berbagai pohon buah-buahan lainnya,” pungkasnya.(Ir/Nt/Dr)

Baca Juga

Back to top button