Hari Kesaktian Pancasila, Ardiansyah Ingatkan Generasi Muda Bijak Hadapi Era Digital

Upnews.id, Sangatta — Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat membuat nilai-nilai Pancasila dinilai perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda dan pelajar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-61 di halaman Sekretariat Daerah, Bukit Pelangi, kawasan Pemerintahan Sangatta, Kamis (1/10/2026).
Peringatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
Ardiansyah mengatakan, kemajuan teknologi saat ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Di satu sisi memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan baru.
Menurutnya, masyarakat perlu semakin bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan pengaruh yang masuk melalui ruang digital. Terlebih, keterbukaan informasi membuat berbagai nilai, budaya hingga ideologi dari luar semakin mudah diakses.
Karena itu, penguatan nilai Pancasila dinilai penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memiliki pegangan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Pancasila ini tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran generasi kita, mulai dari pelajar sampai semua anak-anak bangsa di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Selain persoalan digitalisasi, Ardiansyah juga menyinggung kondisi masyarakat Kutim yang memiliki keberagaman suku, agama dan budaya. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat bersama.
Ia mengapresiasi masyarakat Kutim yang selama ini mampu menjaga hubungan harmonis di tengah perbedaan. Sikap saling menghargai dinilai menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati yang mengenakan jas hitam saat upacara tersebut juga mengingatkan agar peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
Semangat para pendahulu dalam mempertahankan ideologi negara, menurutnya, perlu diteruskan melalui tindakan nyata, termasuk dengan menjaga persatuan dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Dengan adanya heterogenitas ini, kita saling menghargai satu sama lain dan konsep kita hanya satu, kita bangun Kutai Timur,” pungkasnya.(Ir/Nt/Dr)





