Wabup Ajak Lulusan STAI Siap Hadapi Tantangan Zaman

Upnews.id, Sangatta – Sebanyak 145 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) angkatan ke-16 yang digelar di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, kawasan Pemerintahan Sangatta, Rabu (15/7/2026).
Prosesi penyematan toga berlangsung khidmat dan dihadiri langsung Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi. Turut hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jumeah, Kepala Dinas Sosial Ernata, unsur Forkopimda, civitas akademika STAI Sangatta, serta para keluarga wisudawan.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Menurutnya, para lulusan justru memasuki fase baru yang penuh tantangan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, ia menggambarkan bahwa setelah meninggalkan bangku kuliah, para sarjana akan menghadapi “laboratorium kehidupan” yang sesungguhnya. Selama ini ujian dihadapi melalui lembar jawaban, namun setelah lulus mereka akan diuji langsung oleh realitas sosial.
“Jika selama ini anda diuji di atas kertas, mulai besok anda akan diuji oleh realitas sosial masyarakat,” tegasnya.
Mahyunadi juga memberikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mendampingi dan berjuang hingga anak-anak mereka berhasil meraih gelar sarjana. Menurutnya, keberhasilan para wisudawan merupakan hasil dari pengorbanan, doa, dan dukungan keluarga yang selama ini diberikan tanpa lelah.
Ia pun mengajak para lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta menjadikan setiap perubahan sebagai kesempatan untuk berkembang.
“Jadikan perubahan zaman sebagai peluang, bukan sebagai ancaman dan Jadilah perekat sosial dan penebar manfaat di tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua STAI Sangatta, Satriah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda angkatan ke-16 sekaligus mengungkapkan kebanggaannya kepada seluruh lulusan. Ia menilai keberhasilan yang diraih hari ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari keluarga, dosen hingga lingkungan yang terus memberikan dukungan.
“Keberhasilan hari ini adalah hasil perjuangan, doa dan kerja keras yang panjang, bukan hanya dari diri Anda tetapi juga dari orang tua, dosen dan orang-orang yang mencintai Anda,” ujarnya.
Satriah juga mengingatkan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab moral yang besar. Ia berharap para alumni tidak hanya berorientasi pada kesuksesan pribadi, tetapi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi tetapi juga menabur manfaat kebermanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat,” pesannya.
Rangkaian wisuda ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Wakil Bupati Mahyunadi kepada sejumlah wisudawan yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik pada angkatan ke-16 tersebut.(Ir/Nt/Dr)






