EkonomiKutai TimurRagam

Kutim Usul 10 Titik Irigasi Demi Percepatan Swaswmbada Pangan Nasional

Upnews.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) targetkan penambahan usulan pembangunan 10 titik irigasi, guna mendukung program swasembada pangan nasional di wilayah timur Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi, usai menggelar rapat kunjungan kerja bersama Direktur Irigasi Pertanian di Ruang Arau Sekretariat Daerah Kutim, Kamis (16/04/2026) kemarin.

Baca juga : Hadapi Krisis Energi Global, Kodim 0909/Kutim Genjot Swasembada Pangan Lewat Cetak Sawah Rakyat

“Kita sekarang baru mengusulkan empat titik, namun pemerintah pusat meminta minimal 10 usulan atau lebih agar peluang swasembada pangan ini dapat dimaksimalkan,” Ujar Wabup Mahyunadi.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah rendahnya minat masyarakat dalam menanam padi akibat fasilitas pendukung yang selama ini dianggap belum memadai.

Ia meyakini bahwa kedatangan tim Direktorat Irigasi dengan membawa bantuan sarana prasarana akan mengubah sudut pandang petani mengenai keuntungan budidaya pangan.

“Target kita luas lahan mencapai 20.000 hektare berdasarkan analisa yang terukur, dan setidaknya minimal 90 persen dari angka itu harus tercapai,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Irigasi Pertanian, Dr. Liferdi Lukman, menilai Kutai Timur memiliki potensi sumber air yang melimpah untuk menjadi sentra produksi beras.

Wabup menekankan bahwa Direktorat Irigasi berkomitmen memastikan ketersediaan air tersebut dapat terdistribusi ke lahan-lahan pertanian secara optimal.

“Kutim punya potensi air yang selalu tersedia, sekarang tinggal bagaimana pengelolaannya agar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan,” jelas Liferdi.

Baca juga : Persiapan Pangan Penunjang IKN, Pemprov Kaltim Bangun Bendungan dan Jaringan Irigasi

Lebih lanjut. Liferdi juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih memilih berkebun sawit karena dianggap lebih praktis dalam hal perawatan.

Padahal, berdasarkan studi banding di beberapa daerah lain, sektor padi memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi bagi kesejahteraan petani.

“Usaha tani padi sebenarnya tiga kali lebih menguntungkan daripada sawit, sehingga fakta ini perlu disosialisasikan secara masif kepada masyarakat di sini,” pungkasnya. (Ir/Dr)

Baca Juga

Back to top button