EkonomiKutai Timur

Dorong Nanas Batu Ampar Tembus Pasar Global. Diskop Kutim Jalin Kerjasama antar OPD

upnews.id SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis dalam menggenjot potensi produk unggulan pertanian daerah dengan memperkuat kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop) Marhadyn menyebut, Langkah terpadu tersebut difokuskan pada pengembangan Nanas Himba asal Kecamatan Batu Ampar agar mampu menembus skala industri hingga pasar internasional.

Melalui skema kerja sama ini, setiap dinas diminta fokus pada peran dan kewenangannya masing-masing. Dinas Pertanian bertugas mengawal budi daya serta penanganan pascapanen, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan menangani kajian teknologi pengolahan serta skala industrinya. Selain itu, pendekatan lintas sektor ini diterapkan untuk menghentikan pola kerja ego sektoral yang selama ini menghambat percepatan ekonomi warga.

“Langkah ini kami ambil agar tidak ada lagi dinas yang berjalan sendiri-sendiri atau saling tumpang tindih menggarap sektor hulu hingga pembangunan rumah produksi,” ujar Marhadyn saat ditemui awak media, Senin (03/08/2026).

Lebih lanjut, Pengembangan komoditas Nenas Himba dinilai sangat prospektif karena tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar. Serat daun dari nenas Batu Ampar itu memiliki kualitas serta panjang yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pasar industri tekstil, termasuk potensi pemanfaatan sebagai bahan kain tahan peluru (Rompi).

“Tugas kami adalah mengorganisasi para pelaku UMKM dan kelompok koperasi agar masuk ke dalam rantai pasok industri, sekaligus menjembatani hubungan bisnis langsung dengan pihak buyer (pembeli),” tambahnya.

Melalui sinergi yang terstruktur dan masif ini, pemerintah daerah (Pemda) mengaku optimistis, bahwa kesejahteraan petani lokal dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Ke depan, penguatan rantai industri nenas ini akan disokong oleh pendanaan APBD serta pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sekitar wilayah Kutim,” pungkasnya.(Ir/adv)

Baca Juga

Back to top button