Kutim Pamerkan Alat Penyiraman Otomatis di Gelar TTG Kaltim 2026

Upnews.id, KUTAI BARAT – Inovasi sederhana yang dekat dengan kebutuhan petani dibawa Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke panggung Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), Kutim menampilkan alat penyiraman otomatis untuk pertanian dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), 20-24 Juli 2026.
Alat tersebut menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan Kutim dalam ajang yang mempertemukan berbagai teknologi hasil kreativitas masyarakat dan inovator dari sejumlah daerah di Kaltim.
Kepala DPMDes Kutim Muhammad Basuni mengatakan, keikutsertaan Kutim menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi daerah, khususnya teknologi yang dapat membantu pekerjaan masyarakat di sektor pertanian.
“Keikutsertaan Kutim pada lomba TTG tingkat Provinsi Kaltim di Sendawar Kabupaten Kubar, menampilkan alat penyiraman otomatis untuk pertanian,” kata Muhammad Basuni menegaskan.
Konsep alat yang ditampilkan sebenarnya cukup sederhana. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu proses penyiraman tanaman sehingga petani tidak harus terus-menerus melakukan penyiraman secara manual.
Dengan pemanfaatan teknologi, pekerjaan di lahan diharapkan menjadi lebih praktis. Waktu dan tenaga yang biasanya tersita untuk penyiraman juga bisa dimanfaatkan petani untuk kegiatan produksi lainnya.
Bagi Basuni, inilah salah satu tujuan utama teknologi tepat guna. Sebuah inovasi tidak harus selalu rumit ataupun mahal. Yang lebih penting, teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan bisa digunakan secara nyata.
Karena itu, Gelar TTG bukan hanya menjadi tempat memamerkan hasil inovasi. Ajang ini juga menjadi ruang bagi daerah dan para inovator untuk saling melihat, bertukar pengalaman, serta membuka peluang agar teknologi yang sudah dikembangkan dapat dimanfaatkan lebih luas.
Kutim berharap alat penyiraman otomatis yang diperkenalkan di ajang tersebut tidak berhenti sebagai pajangan atau sekadar menjadi bagian dari perlombaan.
“Agar TTG ini dapat dikenal oleh masyarakat sehingga dapat digunakan untuk membantu mempermudah dalam pekerjaan produksi dan dapat membantu pendapatan masyarakat dan perluasan lapangan kerja,” ujar Basuni.
Menurutnya, pemerintah juga memiliki peran penting agar berbagai inovasi yang dihasilkan masyarakat bisa lebih dikenal. Promosi dan pengenalan produk menjadi salah satu langkah agar teknologi tepat guna tidak hanya dikenal oleh kalangan tertentu.
“Untuk itu perlu peran pemerintah untuk promosi produk TTG yang diciptakan oleh para inovator untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Gelar TTG XII Tingkat Provinsi Kaltim 2026 resmi digelar di Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Budaya Sendawar tersebut dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Siti Sugiyanti pada Selasa (21/7/2026).
Pembukaan dihadiri Bupati Kubar Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta perwakilan sembilan kabupaten dan kota peserta Gelar TTG. Kabupaten Berau menjadi satu-satunya daerah yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Bupati Kubar Frederick Edwin menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Menurutnya, penyelenggaraan Gelar TTG menjadi sebuah kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Kubar.
“Selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan peserta Gelar TTG dari seluruh penjuru Kaltim di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda strategis ini,” kata Edwin.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antardaerah dalam mengembangkan teknologi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain perlombaan dan pameran, Gelar TTG juga menjadi tempat bertemunya para inovator untuk berbagi pengalaman serta mencari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Berbagai inovasi yang ditampilkan diharapkan bisa direplikasi di daerah lain dengan menyesuaikan kebutuhan setempat.
“Sekali lagi saya menyambut baik dimulainya seluruh rangkaian kegiatan ini. Selamat mengikuti dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati segala daya upaya kita bersama demi Kalimantan Timur tercinta,” ujarnya.
Bagi Kutim, keikutsertaan dalam Gelar TTG XII menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa teknologi tepat guna bisa lahir dari persoalan sederhana yang ditemui masyarakat sehari-hari.
Alat penyiraman otomatis menjadi salah satu contohnya. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pekerjaan petani, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus membuka peluang pemanfaatan inovasi secara lebih luas.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah teknologi tepat guna bukan hanya dilihat dari seberapa canggih alat tersebut. Ukuran utamanya adalah apakah teknologi itu benar-benar bisa digunakan, memberi kemudahan, membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru.
Karena itu, Kutim berharap keikutsertaan dalam ajang tingkat provinsi ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan inovasi daerah kepada masyarakat sekaligus membuka peluang agar teknologi yang dihasilkan para inovator bisa benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari.(Ir/Nt/Dr)





