Bupati Aulia Rahman Safari Ramadan ke Kota Bangun
Upnews.id, Kukar – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, hadir di tengah-tengah masyarakat di Masjid Al-Hayat di Dusun Ujung Baru, membuat sore itu terasa berbeda. Tak sekadar ramai oleh warga Desa Kota Bangun III, namun ada kehangatan yang menjalar.
Kehadiran sang Bupati bukan sekadar agenda protokoler. Di balik rangkaian kegiatan silaturahmi, ceramah agama, dan buka puasa bersama, terselip misi besar untuk menyentuh langsung denyut nadi masyarakat di wilayah pemekaran ini.
Baca juga : Kota Bangun II Bersiap Terapkan Pelayanan Administrasi Online, Masyarakat Cukup Urus Dokumen via Ponsel
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, mengungkapkan bahwa kehadiran pemimpin daerah adalah angin segar bagi warga. Ia berharap momentum ini menjadi pintu pembuka bagi percepatan infrastruktur dasar yang sangat dinantikan masyarakat.
Menanggapi harapan tersebut, Bupati Aulia Rahman Basri tampil bukan sebagai pejabat yang berjarak, melainkan sebagai sosok kakak dan pelayan masyarakat. Dengan nada rendah hati, ia menegaskan komitmennya:
“Dalam visi besar kita, ada 17 program dedikasi yang menjadi janji saya kepada warga. Insya Allah, seluruhnya akan kita implementasikan, termasuk di sini, di Kota Bangun Darat,” tegasnya di hadapan jamaah.
Sisi humanis Bupati semakin menonjol saat ia menanggalkan jubah formalitasnya. Di bulan yang penuh berkah ini, ia tak segan mengakui keterbatasan manusiawinya di hadapan publik.
“Kami sadar, dalam memimpin Kutai Kartanegara tercinta, masih terdapat banyak kekurangan. Secara pribadi, keluarga, maupun atas nama pemerintah, saya memohon maaf atas segala khilaf,” ucapnya tulus, seraya memohon doa agar tetap istiqamah dalam memegang amanah.
Baca juga : Wujudkan Desa Mandiri Pangan, Kota Bangun Ulu Kembangkan Ayam Petelur dan Hidroponik
Bagi Bupati Aulia, keberhasilan pembangunan bukanlah kerja tunggal pemerintah, melainkan buah dari gotong royong. Ia mengajak seluruh warga untuk menjadi bagian dari perjalanan menuju Kukar Idaman Terbaik.
Rangkaian acara yang ditutup dengan penyerahan bantuan dan salat Magrib berjamaah ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Dusun Ujung Baru. Bagi mereka, sore itu bukan hanya tentang bantuan fisik yang diterima, melainkan tentang hadirnya sosok pemimpin yang mau duduk sama rendah dan mendengar dengan hati. (*/Ir/Dr)


