Pendidikan

Sinergi PAMA Safe School, Jaga Nyawa Taruna SMKN 2 di Jalan Raya

Upnews.id, Sangatta – Pagi yang tenang di Jalan Padat Karya. Meski lebar jalan hanya enam meter, ribuan taruna SMKN 2 Sangatta Utara melintas dengan tertib walau berpapasan langsung dengan masyarakat yang hendak bekerja. Tak ada riuh klakson, tak ada aksi saling serobot.

Di kepala mereka, bukan topi pet pelayaran atau baret kebanggaan yang terpasang saat berkendara, melainkan helm standar SNI dengan kaca visor tertutup rapat dan tali pengikat yang terkunci sempurna.

Baca juga : Bahagiakan Anak Yatim, PAMA Gelar Wisata Belanja

Potret disiplin semi-militer ini memang menjadi napas harian di sekolah tersebut. Namun, disiplin di dalam pagar sekolah ternyata belum cukup menjadi jaminan keselamatan saat para taruna berada di jalan raya.

Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Puji Astuti Rahayu Effendi, melalui Guru sekaligus Ketua Satgas PAMA Safe School SMKN 2, Rudi Hartono, mengakui adanya celah tersebut. Selama ini, pihak sekolah kerap menerima laporan pilu mengenai aksi kebut-kebutan siswanya di luar jam sekolah, hingga kecelakaan lalu lintas berujung maut.

Di titik kritis inilah, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site KPC hadir bak pahlawan melalui program PAMA Safe School. Sebagai kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia, PAMA membawa standar tinggi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) ke bangku sekolah.

“PAMA memiliki program visioner. Keterbatasan yang dimiliki sekolah dalam membentengi siswa di luar pagar dapat terwadahi melalui PAMA Safe School. Kami sangat mengapresiasi ini,” ujar Rudi Hartono penerima pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dari PAMA.

Melalui kolaborasi dengan Satlantas Polres Kutai Timur, PAMA memberikan suntikan pengetahuan safety riding kepada 100 perwakilan taruna. Mereka tidak hanya diajarkan teknik berkendara, tetapi juga etika di jalan raya.

Hasilnya mulai terlihat nyata, mulai dari pintu gerbang, penggunaan helm SNI, kelengkapan spion, hingga penyitaan knalpot brong kini menjadi harga mati.

Baca juga : Dukung Dunia Pendidikan, PT Pamapersada Kutim Raih Penghargaan Kaltim Education Award

“Budaya K3LH di SMKN 2 sebenarnya sudah memiliki embrio yang kuat lewat kedisiplinan kami. Dengan hadirnya PAMA, embrio itu semakin berkembang dan terarah,” tambah Rudi.

Bahkan, pengawasan kini dilakukan secara mandiri oleh staf OSIS. Kendaraan yang melanggar standar keselamatan akan dicatat dan diberikan treatment khusus, sebuah langkah pendisiplinan yang didukung oleh dewan guru.

“Hadirnya PAMA Safe School, dapat menumbuhkan budaya K3LH dari sekolah. Apalagi SMK harus sinkron, ketika siswa lulus dan terserap di dunia kerja mereka itu sudah siap,” ujarnya.

Tak hanya urusan jalan raya, PAMA Safe School juga membekali puluhan siswa yang akan berangkat Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan materi Medical Check Up (MCU). Siswa diajarkan pentingnya pola hidup sehat, asupan gizi seimbang, hingga pola tidur yang teratur sebagai syarat mutlak terjun ke dunia kerja.

CSR Dep Head PT Pamapersada Nusantara, Agung Dwi, dalam sebuah kesempatan menekankan bahwa keselamatan di sekolah sama pentingnya dengan di tempat kerja. Melalui nilai inti nomor 5, PAMA bertekad membentuk karakter K3LH di sekolah binaan.

Baca juga : PAMA Site KPC Coal Mining Project Siap Ikut Serta Tingkatkan SDM Guru dan Penguatan BKK Center 

“PT Pamapersada Nusantara Site KPC melalui program PAMA Safe School, saat ini telah meyasar 4 sekolah. SMKN 2 Sangatta Utara, SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 1 Bengalon dan SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara,” ungkap Agung.

Hadirnya PAMA Safe School bukan sekadar program tambahan, melainkan jembatan yang menyinkronkan disiplin sekolah dengan tuntutan dunia kerja. Kini, taruna SMKN 2 tidak hanya gagah dengan seragamnya, tetapi juga tangguh dan sadar akan keselamatan nyawanya sendiri serta orang lain. (An/Dr)

Baca Juga

Back to top button