Pemkab Berau Satukan Langkah Tekan Angka Stunting

Upnews.id, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka stunting. Hal ini ditandai dengan digelarnya Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026, Senin (6/4/2026), di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bapelitbang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau. Hadir langsung membuka acara, Wakil Bupati Berau H. Gamalis. Turut serta Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat se-Berau, perwakilan puskesmas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Bapelitbang Berau, Endah Ernany, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pra Musrenbang ini menjadi bagian penting dalam rangkaian penyusunan rencana pembangunan daerah, khususnya menjelang Musrenbang Kabupaten Berau 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April 2026.
Menurutnya, persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Selain berdampak pada pertumbuhan fisik anak, stunting juga berpengaruh pada perkembangan kognitif jangka panjang.
“Melalui pendekatan lintas sektor berbasis data, diperlukan upaya terpadu dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Pra Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program dan kegiatan antar perangkat daerah serta pemangku kepentingan,” ujarnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Berau dalam tiga tahun terakhir masih tergolong tinggi. Data SSGI Tahun 2024 mencatat angka stunting di Berau berada di angka 23,4 persen, meningkat dari tahun sebelumnya dan masih di atas rata-rata nasional.
Tak hanya itu, data SIGIZI KESGA Tahun 2025 menunjukkan jumlah balita di Berau mencapai 23.105 anak. Namun, cakupan pengukuran pertumbuhan baru menyentuh 40,06 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan balita ke posyandu masih rendah dan perlu kita tingkatkan untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal,” ungkap Wakil Bupati.
Dari sisi evaluasi kinerja, berdasarkan penilaian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, Kabupaten Berau berada di peringkat ke-10 dari 10 kabupaten/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak agar memperkuat kolaborasi dan implementasi delapan aksi konvergensi.
Meski begitu, sejumlah capaian positif juga berhasil diraih. Di antaranya penyelesaian Web Bangda 100 persen, masuk dalam 20 kabupaten/kota terbaik pelaksanaan Program Makanan Tambahan (PMT) lokal, serta penghargaan dari BKKBN melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Pra Musrenbang ini diikuti sekitar 170 peserta secara luring, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga stakeholder terkait. Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan program lintas sektor, mengintegrasikan usulan dari tingkat kampung dan kecamatan, sekaligus mengevaluasi kinerja perangkat daerah.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan deklarasi komitmen oleh Wakil Bupati bersama Forkopimda, DPRD, kepala OPD, serta para pemangku kepentingan. Deklarasi ini menjadi simbol keseriusan bersama dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Berau.(Nt/Dr






