Beruang Madu Masuk Permukiman, Kapolres Minta Warga Tidak Bertindak Sendiri
Upnews.id, Sangatta – Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto mengeluarkan imbauan keamanan kepada masyarakat menyusul kemunculan beruang madu di permukiman Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan semakin sering terlihat di sekitar permukiman warga.
Baca juga : Pelajar Bengalon Diterkam Buaya Saat Berenang di Sungai Kudung
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Hindari aktivitas di area yang rawan kemunculan beruang dan segera laporkan kepada petugas jika melihat satwa tersebut,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Kapolres juga menegaskan agar warga tidak bertindak sendiri dalam menangani satwa liar tersebut.
“Jangan mencoba mengusir apalagi melukai beruang. Hal itu berbahaya dan juga melanggar aturan karena beruang madu merupakan satwa dilindungi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Marah Haloq, Gusti Mandala, mengungkapkan bahwa tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
“Pagi ini tim dari BKSDA provinsi dalam perjalanan ke Marah Haloq. Rencananya mereka akan memasang perangkap untuk menangani beruang tersebut,” ujarnya.
Baca juga : Aidil Fitri Kawal Proyek MYC Rp 91,5 Miliar: Jembatan Long Melah–Marah Haloq Kunci Akses Telen
Di sisi lain, aparat kepolisian setempat juga telah bergerak cepat. Pospol Telen Polsek Muara Wahau dilaporkan telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mendukung penanganan di lapangan.
Hingga saat ini belum ada laporan korban akibat kemunculan beruang tersebut. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama anak-anak, serta menghindari aktivitas di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik kemunculan satwa liar tersebut. (Ir/Dr)






